Tauhid

Inilah perkara yang karenanya Allah mengutus para nabi dan menurunkan kitab-kitab suci. Dan karenanya pula Allah menciptakan jin dan manusia. Allah berfirman :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku,” QS. adz-Dzariyat : 56

Maknanya ialah mengkhususkan Allah untuk diibadahi dan mengesakan-Nya dalam setiap ibadah.

Manusia tidaklah diciptakan sia-sia dan dibiarkan begitu saja. Bukan hanya untuk makan dan minum, bukan pula untuk membangun istana-istana yang tinggi dan sejenisnya. Bukan hanya untuk membelah sungai dan menanam pohon. Dan bukan pula untuk tugas-tugas diniawi lainnya. Akan tetapi mereka diciptakan untuk menyembah Rabb mereka dan mengagungkan-Nya. Untuk berpegang teguh dengan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Untuk memelihara hukum-hukum-Nya. Agar para hamba menghadapkan wajah mereka kepada-Nya dan membimbing mereka untuk menunaikan hak-Nya.

Sesungguhnya yang paling agung dari isi Al-Qur’an adalah penjelasan tentang hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan penjelasan tentang perkara-perkara yang bertolak belakang dengan itu. Adapun hak Allah ialah memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata dan mengesakan-Nya dalam ibadah. Sedangkan penjelasan perkara yang bertolak belakang dengannya, yaitu syirik akbar, sebuah dosa yang tak terampuni.

“Catatan Harian Mukmin Sejati”, Abdul Ilah bin SUlaiman Ath-Thayyar, Daar An-Naba’

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *