Paradigma Penelitian Ilmiah MSI : Jenis dan Tujuan Riset

Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian (Guna & Lincoln, 1994).

Dalam domain keilmuan MSI, paradigma penelitian ilmiah dibagi ke dalam dua kelompok utama, yaitu Sains Desain (Design Science) dan Keprilakuan (Behaviorism) (Hevner, 2004).

Sains Desain berakar pada domain teknik dan sains artificial. Secara umum, paradigma ini merupakan paradigma pecahan masalah. Paradigma ini berfokus pada pencarian inovasi yang mendefinisi ide, praktik-praktik, kapabilitas teknis, dan produk melalui serangkaian proses analisis, desain, implementasi, manajemen dan penggunaan sistem informasi yang dapat digunakan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, paradigma sains Desain berorientasi pada bagaimana artefak IT dikembangkan melalui serangkaian proses dan metodologi.

Paradigma Keprilakuan berakar pada metode riset sains natural dan sains sosial, seperti statistika, psikologi, sosiologi, dan bidang keilmuan manajemen lain. Paradigma ini membangun dan menjustifikasi teori-teori yang menjelaskan dan memprediksi fenomena manusia dan organisasi terkait dengan analisis, desain, implementasi, manajemen dan penggunaan sistem informasi. Teori-teori tersebut utamanya menginformasikan peneliti dan praktisi tentang interaksi antara manusia, teknologi, dan organisasi yang perlu diurus dan dikelola agar suatu SI dapat mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan keefektifan dan efisiensi organisasi.

Output paradigma sains desain lebih mengarah kepada SI yang dihasilkan, paradigma sains keprilakuan lebih mengarah kepada bagaimana pengelolaan SI yang digunakan. Sains keprilakuan inilah yang kemudian banyak diadaptasi dalam studi-studi keprilakuan SI.

Paradigma sains Keprilakuan SI diklasifikasi menjadi 2 kelompok yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif (Benbasat & Zmud, 2003) dengan level analisis yang berbeda, yaitu IT dan individu, IT dan kelompok, IT dan organisasi, dan IT dan industri (Sidorova, Evangelopoulos, Valacich, & Ramakrishnan, 2008).

“Metode Penelitian Terpadu SI”, Dr. Willy Abdillah, M.Sc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *