Mensyukuri Nikmat Islam yang Allah Karuniakan

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

QS. Al-An’aam :125

Orang yang tidak mendapat hidayah akan senantiasa berada dalam kegelapan dan kerugian. Bagaimana jika seandainya seseorang tidak diberi hidayah oleh Allah ? Maka pasti ia akan menderita dalam kekafirannya, hidupnya sengsara dan tidak tenteram, serta di akhirat akan disiksa dengan siksaan yang abadi.

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

QS. Ali ‘Imran : 164

Setiap muslim niscaya meyakini bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Ia akan senantiasa bersyukur kepada Allah yang telah memberinya petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.

Sesungguhnya wajib bagi kita bersyukur kepada Allah dengan cara melaksanakan kewajiban terhadap Nya. Kewajiban apakah yang harus kita laksanakan kepada Allah yang telah memberikan karunia kepada kita ? Jawabannya adalah :

  1. beribadah hanya kepada Allah secara ikhlas.
  2. mentauhidkan Allah.
  3. menjauhkan segala bentuk kesyirikan.
  4. Ittiba’ (mengikuti) Rasul Nya.

Oleh karena itu, agar menjadi seorang muslim yang benar, kita harus menuntut ilmu syar’i. Kita harus belajar agama Islam, karena Islam adalah ilmu dan amal shalih.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

QS. Al-Fath:28

Yang dimaksud dengan al huda (petunjuk) adalah ilmu yang bermanfaat dan diinul haq (agama yang benar) adalah amal shalih.

Cara untuk mendapat hidayah dan menyukuri nikmat Allah adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu syar’i. Rasulullah bersabda :

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.

HR. Ibnu Majah (no.224).

Kita dan anak-anak kita akan tetap dan senantiasa ditambahkan ilmu, hidayah dan istiqomah di atas ketaatan jika kita beserta keluarga menuntut ilmu syar’i. Sediakan waktu 1 jam sehari (minimal) untuk belajar Islam.

Resume :

  1. Nikmat Islam adalah nikmat terbesar.
  2. Kita harus mensyukurinya dengan bertauhid kepada Allah dan ittiba’ kepada Rasulullah.
  3. Agar selalu istiqomah dan mendapat hidayah, kita harus menuntut ilmu syar’i.

Ref :

Prinsip-prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang Shahih.

Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *