Kebaikan

Sahabatku, seorang yang mulia adalah mereka yang memiliki akhlak mulia. Karena, akhalak merupakan tolak ukur keimanan. Semakin beriman, maka akhlak akan semakin baik. Bahkan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم menyebutkan akhlak mulia sebagai kebaikan. Perhatikanlah hadits berikut ini:

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ, وَالْاِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ, وَكَرِهْتَ اَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ                                           

“Kebaikan adalah akhlak yang baik, adapun dosa adalah sesuatu yang meragukan dalam dadamu dan engkau merasa tidak suka diketahui oleh manusia.” (HR.Muslim).

Hadits diatas menjelaskan tentang pengertian kebaikan dalam islam. Kebaikan adalah akhlak yang baik. Yaitu segala hal yang diperintahkan oleh syariat islam, baik terkait dengan amalan  lahir maupun amalan batin. Seperti beriman kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitabnya, para rasulnya. Begitu pula dengan ketaatan lahiriah seperti shalat, zakat, silaturahmi, dan lain sebagainya.

Hamba yang baik adalah seorang yang berhias dengan akhlak yang mulia. Maka terkandung dalam hadits ini agar kita memiliki akhlak yang mulia. Itulah kebaikan menurut pandangan islam yang dapat menyampaikan pemiliknya kepada surga.

Selanjutnya Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم menjelaskan apa itu dosa. Dosa adalah sesuatu yang mengganjal dan meragukan dalam dada. Begitulah perasaan seorang muslim ketika terjerumus dalam perbuatan dosa. Dia pun merasa gelisah, sedih, dan gundah gulana. Di samping itu, dia juga tidak suka apabila ada orang lain yang mengetahuinya.

Maka hendaknya kita menjauhi hal-hal yang meragukan dalam hati. Sebagaimana perintah Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم untuk meninggalkan hal-hal yang membuat ragu. Sehingga pada perkara yang tidak tahu hukumnya , mestinya kita bertanya terlebih dahulu kepada orang berilmu  sebelum melakukannya. Karena bisa jadi perkara tersebut ternyata adalah perkara dosa.

Hal ini sangat berbeda dengan kebaikan. Tentu kita merasa senang telah  melakukan kebaikan dan tidak merasa ada yang mengganjal di dalam hati. Itulah tanda seorang mukmin, senang dengan kebaikan yang dilakukan dan sedih dengan dosa  yang dia kerjakan. Wallahu A’alam

sumber: majalah azka edisi 75

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *